🦋 @PerceptronNTWK: Ketika AI belajar melihat kedua wajah 🔸AI saat ini seperti orang yang berdiri di depan gambar halusinasi: Ia dapat melihat wajah atau toples, tetapi jarang melihat keduanya. Kekurangan ini bukan berasal dari kehendak, tetapi dari ideologi yang "terkepung". Ketika diberi makan dengan data yang buruk, AI lebih dari sekadar bias—ia buta secara kontekstual. Ia menganggap perspektif sempit dari mana ia diajarkan sebagai satu-satunya kebenaran dan mutlak. 🔸 Di bidang-bidang sensitif seperti perekrutan, pinjaman atau perawatan kesehatan, kebutaan ini bukan lagi kesalahan teknis yang kering; Itu telah menjadi rasa sakit eksistensial, merampas kesempatan dan keadilan orang. 🧠 Jalan keluarnya tidak terletak pada "Otak yang Lebih Besar" 🔸Untuk mengatasi masalah ini, kita tidak membutuhkan otak yang lebih besar, tetapi visi yang lebih luas. Di situlah jaringan terdesentralisasi seperti #Perceptron Network menegaskan peran penting mereka. 🔸 Alih-alih memaksa AI untuk melihat kehidupan melalui satu-satunya lensa kontak raksasa teknologi, kami membuka pintu bagi seluruh dunia untuk masuk. 🔹 Setiap bahasa adalah nafas. 🔹 Setiap budaya adalah lapisan yang dalam. 🔹 Setiap pengalaman pribadi adalah "sinyal" praktis yang tak ternilai harganya. 👉 Masa depan kecerdasan buatan tidak hanya ditulis dengan baris kode yang lebih cerdas, tetapi dengan model yang rendah hati terhadap keragaman umat manusia. #Perceptron mematahkan lensa hitam-putih yang monoton untuk menciptakan kembali realitas multi-warna. Di sana, tidak ada satu pun perspektif yang tertinggal, dan setiap suara layak didengar. #PERCEPTRON #PERC